TUGAS
KELOMPOK BOTANI UMUM
“Angiospermae”
Untuk
memenuhi tugas kelompok Mata kuliah Botani Tumbuhan Tinggi yang di Ampu oleh Dra.Hj.Ida Adviani.MP

Disusun
oleh:
KEL 4
Ahmad sofyan
Asep Anwar Sutisna
Muhamad Ramdhan Rahmat
Wildan Nasrullah
Yosi Permana
PROGRAM
STUDI AGROTEKNOLOGI
FAKULTAS
PERTANIAN UNIVERSITAS ISLAM NUSANTARA
2014
BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Tumbuhan adalah organisme yang
memiliki akar, batang, dan daun sejati. Akar, batang dan daun merupakan organ
hasil diferensiasi jaringan. Tumbuhan memiliki sel eukariotik dan mempunyai
kloroplas. Didalam kloroplas terdapat pigmen klorofil. Pada umunya tumbuhan
memiliki klorofil a, klorofil b dan ada juga yang mengandung karoten. Sel-sel
tumbuhan memikili dinding sel yang mengandung selulosa, mengakibatkan tubuhnya
kaku. Dalam klasifikasi dengan system 5 kingdom diantaranya tumbuhan biji namun
ditekankan pada Phanerogamae dan lebih kepada Angiospermae.
Angiospermae merupakan
tumbuhan biji tertutup. Hampir semua tumbuhan yang ada di daratan merupakan
angiospermae. Angiospermae dibedakan atas dua kelas yakni dikotil dan
monokotil. Klasifikasi angiospermae menjadi dikotiledon dan monokotiledon
didasarkan sejumlah perbedaan, yaitu perbedaan struktur vegetatif (batang,
daun, akar) dan struktur generatif (bunga dan biji).
B. Rumusan Masalah
a. Apakah tumbuhan angiospermae itu?
b. Terbagi atas apa sajakah tumbuhan angiospermae?
c. Bagaimanakah ciri morfologi dan
struktur anatomi angiospermae?
d. Bagaimanakah reproduksi tumbuhan angiospermae
C. Tujuan Masalah
a. Mengetahui apa itu tumbuhan angiospermae
b. Mengetahui pembagian tumbuhan angiospermae
c. Mengetahui ciri morfologi dan
struktur anatomi angiospermae
d. Memehami reproduksi tumbuhan angiospermae
BAB II
PEMBAHASAN
A. DEFINISI ANGIOSPERMAE
Golongan tumbuhan angiospermae disebut juga tumbuhan berbunga dan masuk ke
dalam divisi Magnoliophyta. Angiospermae dianggap sebagai golongan tumbuhan
dengan tingkat perkembangan yang tertinggi. Tumbuhan berbunga adalah kelompok terbesar tumbuhan yang hidup di daratan. Namanya diambil dari cirinya yang khas, yaitu menghasilkan organ reproduksi dalam bentuk suatu bunga. Bunga
sebenarnya adalah modifikasi daun dan batang untuk mendukung sistem pembuahan
tertutup. Sistem pembuahan tertutup (dikatakan tertutup karena bakal biji
terlindung di dalam bakal buah atau ovarium) ini juga menjadi ciri khasnya yang lain. Ciri yang terakhir
ini membedakannya dari kelompok tumbuhan
berbiji yang lain tumbuhan berbiji terbuka atau Gymnospermae.
Dari kedua ciri tersebut
muncullah nama Anthophyta
("tumbuhan bunga") dan Angiospermae
("berbiji terbungkus"). Nama lain yang juga dikenakan kepadanya
adalah Magnoliophyta
("tumbuhan sekerabat dengan magnolia"). Nama Angiospermae
diambil dari penggabungan dua kata bahasa Yunani Kuno: αγγειον (aggeion, "penyangga" atau
"pelindung") dan σπερμα (sperma, bentuk jamak untuk
"biji") yang diperkenalkan oleh Paul
Hermann pada tahun 1690. Dalam sebagian besar sistem taksonomi modern, kelompok ini sekarang
menempati takson sebagai divisio.
Sebagian besar tumbuhan yang
kita jumpai dewasa ini termasuk dalam Angiospermae yang merupakan kelompok
tumbuhan yang mendominasi daratan lebih dari 100 juta tahun yang lalu meliputi
235.000 spesies tumbuhan berbunga. Sebagian besar makanan yang kita konsumsi
berasal dari tumbuhan berbunga dapat berupa akar misalnya wortel, kangkung,
bit; buah-buahan misalnya apel, mangga, pisang, papaya; buah dan biji
kacang-kacangan Leguminosae, buah kariopsis dari padi- padian (Graminae) misalnya padi dan jagung.
B. Pembagian Tumbuhan
Angiospermae
Angiospermae dibedakan ke
dalam dua kelas berdasarkan jumlah kotiledonnya, yakni monokotil dan dikotil.
Ciri-ciri Angiospermae
memiliki bakal biji atau biji yang tertutup oleh daun buah, mempunyai bunga
sejati, umumnya tumbuhan berupa pohon, perdu, semak, liana dan herba. Dalam
reproduksi terjadi pembuahan ganda. Angiospermae dibedakan menjadi dua yaitu
Monocotyledoneae (berkeping satu) dan Dicotyledoneae (berkeping dua).
1. Tumbuhan Berkeping Biji Satu atau monokotil (Monocotyledonae)
Monokotil
disebut juga tumbuhan berkeping satu atau tunggal kerena memiliki biji yang
berkecambah dengan satu daun lembaga.Monokotil meliputi sekitar 65.000 spesies,
termasuk di dalamnya tumbuhan graminae,
anggrek, palem, bambu dan lain-lain.Daun, batang, bunga dan akar monokotil
bersifat spesifik. Sebagian besar monokotil memiliki pertulangan daun sejajar,
batang dengan berkas pembuluh terbesar,
daun mahkota bunga 3 atau kelipatannya, dan memiliki akar serabut.Contoh
tumbuhan monokotil adalah padi, gandum, dan jagung.Tumbuhan ini memiliki
beberapa ciri, yaitu berakal serabut, batang memiliki ruas-ruas, pertulangan
daun sejajar, jumlah mahkoa bunga atau kelopak adalah tiga atau kelipatannya, dan batangnya tidak bercabang-cabang.
Tumbuhan
monokotil memiliki beberapa famili, diantaranya:famili pisang-pisangan (Musaceae), famili rumput-rumputan (Gramineae atau Poaceae), famili nanas-nanasan (Bromeliaceae), famili anggrek-anggrekan (Orchidaceae), famili jahe-jahean (Zingiberaceae), dan famili kelapa (Palmae).
2. Tumbuhan Berkeping Biji Dua / Dikotil (Dicotyledonae)
Sebagian
besar Angiospermae yakni sekitar 170.000 spesies dari tumbuhan dikotil.
Kelompok tumbuhan ini meliputi tumbuhan semak, pohon serta banyak tumbuhan yang
penghasil makanan. Ciri-ciri dikotil adalah memiliki 2 kotiledon pada biji;
pertulangan daun menjari, berkas pembuluh pada batang tersusun-melingkar, daun mahkota bunga 4, 5 atau kelipatannya, memiliki sistem akar
tunggang
Suku-suku
berikut jenis-jenis tumbuhan dikotil diantaranya:
1.
Suku
getah-getahan (Euhorbiaceae), misalnya: singkong, jarak, karet, puring

2. Suku polong-polongan (Leguminosae), misalnya: putri malu,
petai, flamboyan, kembang merak, kacang kedelai, kacang tanah






3. Suku terung-terungan (Solanaceae),
misalnya: kentang, terong, tomat, cabai,kecubung


4. Suku jeruk-jerukan (Rutaceae), misalnya:
jeruk manis, jeruk bali


5. Suku kapas-kapasan (Malvaceae), misalnya:
kembang sepatu, kapas

6. Suku jambu-jambuan (Mirtaceae), misalnya:
cengkih, jambu biji, jambu air, jambu monyet, jamblang




7. Suku komposit (Compositae), misalnya:
bunga matahari, bunga dahlia, bunga krisan



Tumbuhan
monokotil dikelompokan dalam beberapa suku antara lain seperti di jelaskan pada
table berikut ini.
|
Suku
|
Karakteristik
|
Contoh Spesies
|
|
Poasceae
|
Berupa
terna, semak atau pohon. Umumnya daun berbentuk pita, panjang,bertulang
sejajar. Bunga berupa bunga majemuk ganda dengan susunan malai, tandan atau
butir.
|
Tebu (sacharum
offinarum), Bambu (Bambusa spinosa), dan sereh (Andropogadon
nardus).
|
|
Liliaceae
|
Berupa
terna, dengan rimpang atau umbi lapis, kadang berupa perdu atau semak.
Daunnya tunggal duduk tersebar pada batang atau terkumpul sebagai roset akar,
buah berupa buah kendaga atau buni.
|
Lidah
buaya (Aloc vera), bawang merah (Allium ascalanicum),
suji (Pleomele angustifollia).
|
|
Orchidaceae
|
Berupa
terna perennial. Sebagai besar berupa epifit, ada juga yang saprofit. Batang
berbaur atau tidak berdaun, pangkalnya menebal membentuk umbi semu. Bunganya
mempunyai bentuk dan warna yang indah. Daunnya agak tebal dan berdaging.
|
Anggrek
bulan (Phalaenopsis amabillis), anggrek merpati (Dendrobium-
crumenatum), vanili (Vanilia planifolia).
|
|
Zingiberaceae
|
Berupa
terna yang memiliki akar tinggal(rizoma),nbiasanya bunganya pendekdan
mendukung bunga saja> Umbinya sering kali mengandung suatu zat yang berbau
aromatik
|
Jahe (Zingiber
officinale), kunyit (Curcuma-domestica), temulawak (Curcuma
xanthorriza), dan lengkuas (Alpiris galangal).
|
|
Musaceae
|
Memiliki
batang semu yang berupa pelepah daun yang saling membungkus membentuk batang.
Bertulang daun menyirip. Bunganya berbentuk karangan dengan banyak bunga.
Buahnya berupa buah buni.
|
Pisang abaka (Musa-textyillis),Pisang (Musa-paradisiaco).
|
Perbedaan ciri pada tumbuhan
monokotil dan dikotil berdasarkan ciri fisik pembeda yang dimiliki:
|
No
|
Perbedaan ciri
|
Monokotil
|
Dikotil
|
|
1
|
Bentuk akar
|
Memiliki system akar serabut
|
Memiliki system akar
tunggang
|
|
2
|
Bentuk sumsum dan pola
tulang daun
|
Melengkung atau sejajar
|
Menyirip atau menjari
|
|
3
|
Kaliptrogen/tudung akar
|
Ada tudung akar / kaliptra
|
Tidak terdapat tudung akar
|
|
4
|
Jumlah keping biji/kotiledon
|
Satu buah keping biji saja
|
Ada dua buah keping biji
|
|
5
|
Kandungan akar dan batang
|
Tidak terdapat cambium
|
Ada cambium
|
|
6
|
Jumlah kelopak bunga
|
Umumnya kelipatan tiga
|
Biasanya kelipatan empat atau lima
|
|
7
|
Pelindung akar dan batang
tembaga
|
Ditemukan batang lembaga/koleoptil dan akar lembaga/kelorhiza
|
Tidak ada pelindung kelorhiza maupun keleoptil
|
|
8
|
Pertumbuhan akar dan batang
|
Tidak dapat tubuh berkembang menjadi membesar
|
Bias tumbuh berkembang menjadi mebesar
|
C. Ciri Morfologi dan Struktur Anatomi Angiospermae
Tubuh tumbuhan terdiri dari
akar dan tajuk. Diantara adaptasi yang memungkinkan tumbuhan dapat hidup di
darat adalah kemampuannya untuk mengabsorsi air dan mineral dari dalam tanah.
Menyerap cahaya matahari dan mengambil CO2 dari udara untuk
fotosintesis serta kemempuannya untuk hidup dalam kondisi yang kering. Akar dan
tajuk saling bergantung satu sama lain, akar tidak mampu hidup tanpa tajuk,
demikian sebaliknya. Karena tidak memiliki kloroplas dan hidup di tempat yang
gelap menyebabkan akar tidak dapat tumbuh tanpa gula dan nutrisi organic lainnya
yang diangkut dari daun yang merupakan bagian dari sistem dari tajuk.
Sebaliknya batang dan daun
bergantung pada air dan mineral yang diserap oleh akar. Akar tumbuhan berfungsi
sebagai penompang berdirinya tumbuhan (jangkar), pengabsorpsi air dan mineral,
serta tempat peyimpanan cadangan makanan. Tajuk terdiri dari batang, daun dan
bunga (bunga merupakan adaptasi untuk reproduksi tumbuhan Angiospermae). Batang
adalah bagian tumbuhan yang terletak di atas tanah, mendukung daun-daun dan
bunga.
Pada pohon, batang-batang meliputi batang
pokok danseua cabang-cabang, termasuk ranting-ranting yang kecil. Batang
mempunyai buku sebagai tempat melekatnya daun, juga mempunyai ruas yakni jarak
diantara dua buku. Daun merupakan tempat utama berlangsungnya fotosintesis,
kendati ada beberapa spesies tumbuhan yang batangnya dapat melakukan
fotosintesis karena mengandung kloroplas. Daun terdiri dari helaian daun yang
melebar (lamella) dan tangkai daun (petiol) yang menghubungkan daun dengan
batang. Pada ujung batang terdapat tunas yang belum berkembang yang disebut
tunas ujung. Selain itu di jumpai juga tunas aksilar/ tunas lateral/ tunas
samping yang terdapat di ketiak daun, tunas ini biasanya dorman. Pada banyak
tumbuhan, tunas ujung menghasilkan auksin yang dapat menghambat pertumbuhan
tunas aksilar. Fenomena ini disebut dengan dominasi apical yang yang merupakan
suatu adaptasi yang dapat meningkatkan kemampuan tumbuhan untuk memperoleh
cahaya. Hal ini sangat penting apabila kerpatan suatu vegetasi di suatu tempat
tinggi.
Pembentukan cabang juga penting untuk
meningkatkan sistem tajuk, pada kondisi tertentu tunas-tunas aksilar akan mulai
tumbuh. Beberpa tunas tersebut kemudian berkembang menjadi cabang-cabang yang
menghasilkan bunga dan yang lainnya berkembang menjadi capang non reproduktif,
lengkap dengan ujung tunas, daun-daun dan tunas aksilar. Struktur tubuh
tumbuhan dikotil. Organ tumbuhan yaitu akar, batang, daun, buah, bunga dan
biji, seluruhnya disusun dari jaringan-jaringan yang masing-masing jaringan
tersebut mempunyai struktur dan fungsi yang berbeda-beda. Masing-masing
jaringan disusun dari sel-sel yang mempunyai bentuk dan fungsi yang sama.
Beberapa modifikasi akar dan
tajuk. Akar tumbuhan mengalami beberapa modifikasi antara lain menjadi akar
yang menyimpan cadangan makanan (pati) misalnya bit gula atau akar penyimpan
air pada beberapa famili Cucurbitaceae yang tumbuh di daerah kering atau daerah
yang tidak turun hujan dalam waktu yang panjang, akar nafas (pneumatofor) yang
dapat meningkatkan pertukaran gas antara udara dengan akar-akar yang terendam
air pada tanaman bakau/Avicennia nitida, akar udara pada anggrek yang dapat
membantu penyerapan air hujan, akar parasit/haustorium tali putri/Cuscuta sp,
dan mikoriza yaitu simbiosis mutualisme antara akar tumbun dan cendawan.
Beberapa modifikasi akar yakni
tempat penimbun pati, akar nafas, akar udara, haustorium, mikoriza. Seperti
halnya akar batang dan dun juga mengalami modifikasi untuk fungsi yang beragam,
antara lain rhizome, stolon, runner, umbi batang (tuber), umbi lapis (bulb)
serta umbi kormus (corm). Rhizoma adalah batang yang tumbuh horizontal dalam
tanah atau dekat dengan permukaan tanah, mempunyai ruas-ruas yang pendek dan
pada bukunya terdapat daundaun seperti sisik. Dijumpai akar adventif di
sepanjang rhizome, terutama di permukaan bawahnya. Rhizome dapat relative
tebal, berdaging, mereupakan tempat disimpannya cadangan makanan misalnya pada
famili Zingiberaceae (jahe-jahean).
Runner adalah batang yang
tumbuh horizontal di atas tanah, umumnya di sepanjang permukaan tanah,
mempunyai ruas panjang misalnya pada tanaman strawberry. Stolon mirip sengan
runner, tetapi biasanya tumbuh tegas di dalam tanah, umumnya di sepanjang
permukaan tanah. Pada kentang, beberapa ujung stolon berkembang membentuk umbi
batang. Mata tunas pada umbi kentang merupakan kuncup yang terdapat pada buku
batang, setia mata tunas tersebut akan mampu berkembang menjadi individu baru.
Berbeda dengan umbi kentang, umbi lapis merupakan kuncup besar yang dikelilingi
oleh sejumlah daun berdaging, dengan satu batang kecil dan pendek pada ujung
bawah. Daun berdaging mengandung cadangan makanan. Pada bawang merah, daun
berdangin selalu dikelilingi oleh daun-daun seperti sisik. Umbi lapis juga
dijumpai pada tanaman tulip, lili dan lain-lain. Kormus mirip dengan umbi lapis
tetapi bagian yang membengkak seluruhnya merupakan bagian batang. Helaian daun
berbentuk sisik yang menutupi seluruh permukaan kormus.
Beberapa modifikasi batang
yakni stolon pada strawberry, rhizome pada tanaman iris, umbi kentang, umbi
lapis, kormus. Beberapa modifikasi daun antara lain sulur (tendril), duri dan
daun penangkap serangga ditemukan dibeberapa tanaman. Ada beberapa tumbuhan
yang daunnya sebagian atau seluruhnya mengalami modifikasi bentuk sulur. Apabil
sulur menyentuh benda padat misalnya ranting/kawat segera sulur tersebut
membelitnya dngan erat. Pada tanaman lain ada juga petiolnya berubah menjadi
sulur. Sulur dijumpai pada famili Cucurbitaceae (waluh-waluhan), tanaman anggur
dan lainnya. Duri yang dijumpai pada kaktus merupakan modifikasi dari daun.
Duri sekaligus berfungsi untuk melindungi tanaman dari hewan pengganggu,
disamping untuk mengurangi kehilangan air dari tumbuhan. Daun penangkap
serangga pada tumbuhan karnivor akan menutup sewaktu serangga tertangkap,
selanjutnya serangga tersebut akan segera dicerna oeleh enzim pencerna dan
nutrisinya digunakan tumbuhan untuk pertumbuhan.
1. Struktur Anatomi Akar
Secara umum struktur anatomi
akar tersusun atas jaringan epidermis, sistem jaringan dasar berupa korteks,
endodermis, dan empulur; serta sistem berkas pembuluh. Pada akar sistem berkas
pembuluh terdiri atas xylem dan floem yang tersusun berselang seling. Stuktur
anatomi akar tumbuhan monokotil dan dikotil berbeda.
2. Struktur Anatomi Batang
Secara umum batang tersusun
atas epidermis yang berkutikula dan kadang terdapat stomata, sistem jaringan
dasar berupa korteksdan empulur, dan sistem berkas pembuluh yang terdiri atas
xylem dan floem. Xylem dan floem tersusun berbeda pada kedua kelas tumbuhan tersebut.
Xylem dan floem tersusun melingkar pada tumbuhan dikotil dan tersebar pada
tumbuhan monokotil.
3. Struktur Anatomi Daun
Daun tumbuhan tersusun atas
epidermis yang berkutikula dan terdapat stomata dan trikoma. Sistem jaringan
dasar pada daun monokotil dan dikotil dapat dibedakan. Pada tumbuhan dikotil
sistem jaringan dasar (mesofil) dapat dibedakan atas jaringan pagar dan bunga
karang., tidak demikian halnya pada monokotil khususnya famili graminae. Sistem
berkas pebuluh terdiri atas xylem dan floem yang terdapat pada tulang daun.
D. REPRODUKSI TUMBUHAN ANGIOSPERMAE
1.
Reproduksi Seksual (Generatif)
a. Perkembangan Gamet Jantan dan Betina
Tumbuhan dalam siklus hidupnya
mengalami pergantian generasi haploid (n) dengan generasi diploid (2n). Akar,
batang daun dan sebagian besar struktur reproduktif tanaman angiospermae dan gymnospermae
lainnya bersifat diploid. Tubuh tumbuhan yang bersifat diploid dikenal dengan
sebutan sporofit. Pada angiospermae
sporofit menghasilkan struktur khusus berupa anter (kotak sari) dan ovule
(bakal biji) yang sel-selnya akan mengalami meiosis. Anter (kotak sari) pada
umumnya terdiri atas 4 kantong polen (serbuk sari) yang masing-masing berupa
ruangan memanjang. Pada awal perkembangan anter (kotak sari) mampu berkembang
dan disebut dengan mikrosporofil. Mikrosporofil mengalami pembelahan meiosis,
setiap sel menghasilkan 4 sel haploid yang disebut mikrospora. Selanjutnya
mikrospora mengalami pembelahan meiosis sehingga terbentuk 2 sel yaitu sel
tabung dan sel generatif yang berukuran lebuh kecil.
Kedua sel yang berdampingan
tersebut diselubungi oleh lapisan yang tebal dalam suatu struktur butiran yaitu
butir serbuk sari (polen). Bila serbuk sari telah masak, dinding antar (kotak
sari) membuka dan menebarkan butir-butir serbuk sari tersebut. Pada tumbuhan angiospermae butir serbuk sari
berfungsi sebagai gametofit jantan yang menghasilkan gamet jantan yaitu sel-sel
sperma.
Gamet betina berkembang di
dalam suatu struktur di sebelah dalam ovari disebut ovul (bakal biji). Ovul
memiliki 1 atau 2 lapis jaringan pelindung yang disebut integumen. Pada bagian
ujung ovul, integumen tidak menyambung mengakibatkan terbentuk celah kecil yang
disebut mikropil.
Pada awal perkembangan ovul ini
satu sel dalam dinding ovul yang disebut megasporofit membesar sebagai
persiapan pembelahan meiosis. Megasporofit tertanam pada jaringan yang disebu
nuselus. Megasporofit mengalami pembelahan meiosis menghasilkan empat sel yang
berderet: sel-sel ini bersifat haploid dan disebut megaspore. Tiga sel yang
dekat dengan mikrofil mengecil, sedangkan sel yang terjauh dari mikrofil
membesar dan kemudian akan berkembang menjadi kantung embrio, setelah mengalami
3 tahap pembelahan meiosis. Perkembangan megaspore membentuk kantung embrio
melalui beberapa tahap yaitu:
1. Megaspore mengalami 3 kali pembelahan meiosis
menghasilkan sebuah kantung embrio dengan 8 inti.
2. Inti-inti bermigrasi.
3. Terbentuk dinding sel yang menyelubungi inti.
Pada akhir proses tersebut
sebuah sel telur dan dua sel sinergid berada pada kantung embrio yang terdekat
dengan mikropil. Dua inti bermigrasi berada pada bagian tengah kantung embrio
disebut inti kutub. Tiga inti berada pada ujung lain kantung embrio
bersebrangan dengan mikropil, membentuk 3 sel antipodal. Kantung embrio
merupakan fase gametofit dalam siklus hidup tumbuhan berbunga, karena intinya
bersifat haploid.
b. Pembuahan Ganda pada Angiosperma
Tahap awal yang mendahului
proses pembuahan adalah penyerbukan (polinasi), yaitu pengantaran butir serbuk
sari ke kepala putik. Sebagian besar tumbuhan angiospermae mengandalkan bantuan hewan, serangga, burung
atau kelelawar dalam proses penyerbukan. Namun beberapa tumbuhan seperti
rumput-rumputan melakukan penyerbukan dengan bantuan angin. Setelah
penyerbukan, butir serbuk sari yang menempel pada stigma berkecambah membentuk
tabung serbuk sari.
Sel tabung bergerak ke tabung
serbuk sari yang menuju bakal buah (ovari). Sementara itu sel gametofit
membelah secara mitosis enghasilkan 2 sel sperma. Saat tabung polen (serbuk
sari) mencapai ovul (bakal biji), ujung tabung menembus kantung embrio melalui
mikropil, dan melepaskan ke 2 sel sperma. Satu sel sperma membuahi sel telur
membentuk zigot yang bersifat diploid (2n), sedangkan sel sperma lainnya
membuahi 2 ini kutub sehingga terbentuk sel triploid (3n). sel ini akan
membelah membentuk jaringan penyimpan cadangan makanan yang disebut endosperm.
Selanjutnya endosperm akan menyediakan makanan bagi embrio yang berkembang dari
zigot. Dua peristiwa fusi yang terjadi antar sel sperma dengan sel telur dan
sel sperma dengan sel kutub inilah yang dikenal dengan pembuahan ganda pa angiospermae.
Sel antipoda serta sinergid biasanya mengalami degenerasi. Proses pembuahan
selanjutnya akan diikuti dengan perkembangan buah dan biji.
2.
Reproduksi Aseksual (Vegetatif)
a. Reproduksi Vegetatif Alami
Bila biji ditanam, tumbuhan yang diperoleh bias
jadi memiliki sifat-sifat yang berbeda dari induknya. Pada proses pebentukan
buah dan biji, pollen dari suatu tumbuhan membuai bunga dari tumbuhan lain,
tumbuhan membawa karakter dari kedua tetuanya serta memunculkan kombinasi
karakter yang beragam pada generasi berikutnya. Hal ini berbeda dengan fenomena
yang terjadi pada reproduksi aseksual.
Reproduksi aseksual sering juga disebut dengan
reproduksi vegetatif., merupakan tipe reproduksi yang lazim pada tumbuhan.
Reproduksi vegetaif meliputu fragmentasi yaitu pemisahan bagian tubuh tumbuhan
yang diikuti dengan regenerasi membentuk individu utuh. Umbi bawang putih
sesungguhnya merupakan batang di bawah tanah yang berfungsi sebagai penyimpanan
cadangan makanan. Sebuah umbi yang besar terdiri atas bagian-bagian yang
disebut siung (clove). Setiap siung bawang dapat tumbuh menjadi satu individu.
Adapun selubung berwarna putih pada umbi tersebut sebenarnya adalah daun-daun
yang memprl pada batang.
Reproduksi aseksual memiliki beberapa
keuntungan. Tumbuhan tertua yang telah mampu menyesuaikan diri dengan
lingkungannya dapat membentuk klon yang terdiri dari indiidu-individu yang
merupakan kembaran dari dirinya. Pada masa-masa awal kehidupannyaketurunan
vegetatif yang merupakan fragmen dewasa yang berasal dari tetuanya tidak
terlalu beresiko menghadapi kondisi lingkungan dibandingkan dengan tumbuhan
yang berasal dari kecambah. Reproduksi seksual serta seksual memiliki peranan
yang penting dalam evolusi adaptasi tumbuhan terhadap lingkungan.
b. Reproduksi Vegetatif Buatan
Kemampuan tumbuhan melakukan
reproduksi vegetatif telah lama dimanfaatkan manusia. Cara perbanyakan
vegetatif buatan yang paling banyak dilakukan adalah melalui stek, menurut
organ yang digunakan dikenal stek batang, stek akar dan stek daun. Stek batang
merupakan cara paling lazim digunakan, biasa dilakukan terhadap jenis-jenis
pohon dan semak. Stek akar sering dilakukan pada perbanyakan tanaman sukun.
Stek daun banyak dilakukan pada beberpa tanaman hias derupa herba seperti
African violet, Begonia, Peperomia serta beberapa tumbuhan lain yang berdaun
tebal.
Selain akar dan batang biasa,
modifikasi dari ke dua bagian ini seperti rhizome dan umbi yang mengandung
sekurang-kurangnya 1 mata tunas dapat berkembang menjadi tumbuhan. Tumbuhan
baru juga dapat dipeoleh dengan memotong stolon pada tanaman seperti
strawberry, sehingga anakan terpisah dari induknya.
BAB III
KESIMPULAN
Tumbuhan angiospermae merupakan tumbuhan berbiji tertutup, dan merupakan
tumbuhan dengan Golongan tumbuhan Angioipermae
disebut juga tumbuhan berbunga dan masuk ke dalam divisi Magnoliophyta. Angiospermae dianggap sebagai golongan
tumbuhan dengan tingkat perkembangan yang tertinggi.
Angiospermae dibedakan ke dalam dua kelas
berdasarkan jumlah kotiledonnya, yakni monokotil dan dikotil.
Tumbuhan Angiospermae memiliki ciri morfologi yaitu tubuh tumbuhan terdiri
dari akar dan tajuk yang saling bergantung satu sama lain.
Tumbuhan
angiospermae bereproduksi dengan dua cara, dengan cara seksual(generative) dan
aseksual(vegetative). Reproduksi aseksual pada angiospermae dikelompokkan
mmenjadi dua, yaitu reproduksi
vegetative alami dan buatan.
Daftar pustaka
Andriyani,imuth.blogspot.com/.../perbedaan-tanaman-monokotil-dan-dikotil.html. diakses tanggal 29
april jam 13.35
Anonomus. Angiospermae dan gimnospermae. Diakses tanggal 29
april jam 13.40
Tjitrosoepomo,gembong.2003.
Morfologi Tumbuhan. Yogyakarta. Gajah Mada University Press.
Tjitrosoepomo,gembong.2002. Taksonami
Tumbuhan. Yogyakarta. Gajah Mada
University Press

Tidak ada komentar:
Posting Komentar